dalam(1)(1)

Perbedaan Jenis Benang Thread Lift dan Cara Memilihnya

Thread lift merupakan prosedur estetik non-bedah yang bertujuan membantu mengencangkan kulit dan memperbaiki kontur wajah. Meski terlihat serupa, setiap jenis benang thread lift memiliki fungsi dan karakter yang berbeda, sehingga pemilihannya sangat menentukan hasil akhir treatment.

Artikel ini membahas secara ringkas perbedaan jenis benang thread lift yang umum digunakan serta bagaimana memilih benang yang tepat, dengan pendekatan Double Fix Pyramid yang menekankan kontrol dan stabilitas.

Jenis Benang Thread Lift Secara Umum

Benang thread lift umumnya dibedakan berdasarkan struktur dan tujuan penggunaannya. Benang mono memiliki permukaan polos dan lebih berfungsi untuk stimulasi kolagen serta perbaikan kualitas kulit. Jenis ini sering digunakan pada pasien usia muda atau sebagai pencegahan dini, bukan untuk efek lifting yang signifikan.

Sementara itu, benang screw atau tornado memiliki bentuk berpilin. Struktur ini membantu memberikan efek volume ringan sekaligus stimulasi kolagen yang lebih terasa dibanding mono, namun tetap dengan daya angkat yang terbatas.

Untuk kebutuhan lifting yang lebih nyata, digunakan benang cog atau barbed thread. Benang ini memiliki kait yang mencengkeram jaringan sehingga mampu membantu reposisi jaringan. Pada kategori inilah kualitas struktur dan kontrol tarikan menjadi sangat krusial.

Mengapa Stabilitas Struktur Lebih Penting dari Efek Instan?

Dalam praktik estetik, tantangan utama bukan hanya seberapa cepat hasil terlihat, tetapi seberapa lama hasil tersebut dapat bertahan. Benang dengan struktur yang kurang stabil berisiko bergeser, kehilangan arah vektor, atau memberikan hasil awal yang cepat namun sulit dipertahankan.

Karena itu, benang thread lift yang baik bukan sekadar terasa kuat saat ditarik, tetapi mampu bekerja secara stabil dan terkontrol di dalam jaringan.

Double Fix Pyramid: Sistem Benang untuk Berbagai Kebutuhan

Double Fix Pyramid dikembangkan sebagai sistem benang thread lift yang komprehensif, bukan hanya satu jenis benang untuk semua kasus. Pendekatan Double Fix Pyramid berfokus pada kontrol tarikan dan fleksibilitas teknik, sehingga dapat disesuaikan dengan kebutuhan klinis yang berbeda.

Double Fix Pyramid memiliki beberapa varian utama. Double Fix Anchoring digunakan ketika dibutuhkan titik fiksasi yang lebih stabil untuk membantu lifting struktural dan menjaga arah tarikan. Double Fix Floating memberikan tarikan yang lebih fleksibel dan natural, cocok untuk koreksi ringan hingga sedang tanpa fiksasi kaku. Sementara itu, Double Fix Helix dirancang untuk mendukung stimulasi kolagen dan volume ringan, serta sering digunakan sebagai kombinasi dengan benang lifting.

Dengan kombinasi anchoring, floating, dan helix, Double Fix Pyramid memungkinkan dokter menyusun strategi treatment yang lebih presisi, bukan sekadar mengandalkan satu jenis benang.

Cara Memilih Benang Thread Lift yang Tepat

Memilih benang thread lift sebaiknya dimulai dari tujuan treatment dan kondisi jaringan pasien. Untuk perbaikan kualitas kulit, benang stimulatif sudah memadai. Namun untuk lifting dan reposisi jaringan, dibutuhkan benang dengan struktur dan kontrol yang lebih baik.

Selain itu, gaya kerja dan teknik dokter juga berperan penting. Sistem seperti Double Fix Pyramid umumnya dipilih oleh dokter yang mengutamakan perencanaan, kontrol jangka panjang, dan hasil yang lebih konsisten dibanding sekadar efek instan.

Tags: No tags