Pada tanggal 20 November 2025, Double Fix secara resmi menyelenggarakan program Train to the Trainer (TTT) sebagai bagian dari komitmen berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas edukasi dan standar kompetensi dalam teknik penanaman benang Double Fix di Indonesia.
Acara ini dirancang khusus untuk para dokter yang telah memiliki pengalaman menggunakan Double Fix dan ingin meningkatkan keterampilan mereka ke level instruktur, sehingga mampu mengajarkan teknik ini secara lebih terstruktur, aman, dan efektif kepada rekan-rekan medis lainnya.
Fokus Utama Program
Program TTT ini menitikberatkan pada tiga pilar utama :
1. Penguasaan Teknik Double Fix yang Lebih Dalam
Para peserta mendapatkan pemahaman menyeluruh mengenai karakteristik benang, indikasi yang tepat, teknik penyisipan, serta penanganan kasus kompleks maupun variasi anatomi wajah.
2. Standarisasi Protokol Pengajaran
Materi tidak hanya berfokus pada keterampilan praktis, tetapi juga bagaimana menyampaikan prosedur dengan metode pengajaran yang benar.
Peserta dibekali modul pembelajaran, SOP tindakan, serta format evaluasi untuk memastikan konsistensi saat mereka melatih dokter lain.
3. Hands-On & Real Case Approach
Pada sesi praktik, para peserta berkesempatan melakukan tindakan langsung dengan supervisi instruktur senior Double Fix.
Dengan pendekatan kasus nyata, peserta dapat mengasah ketepatan teknik sekaligus memahami cara mengatasi tantangan klinis yang mungkin muncul saat mengajar di kemudian hari.
Tujuan dari Train to the Trainer
Program ini diadakan untuk:
- Meningkatkan jumlah trainer yang berkualitas dan terstandarisasi.
- Memastikan teknik Double Fix diterapkan secara aman dan efektif di seluruh Indonesia.
- Memberikan ruang kolaborasi dan diskusi bagi para ahli untuk memperkuat perkembangan dunia estetika nasional.
- Mempersiapkan dokter Indonesia agar dapat bersaing dan tampil percaya diri di kancah internasional.
Antusiasme & Dampak Positif
Peserta menunjukkan respons yang sangat positif, terutama terkait kedalaman materi, sistem pelatihan yang terstruktur, serta kesempatan untuk mendapatkan pembinaan langsung dari para ahli.
Dengan terselenggaranya program ini, Double Fix berharap dapat menghadirkan lebih banyak trainer yang kompeten sehingga semakin banyak dokter di Indonesia dapat mempelajari teknik Double Fix dengan standar yang sama.

